Sunday, June 04, 2006

saat harus mengucap selamat tinggal

pada akhirnya, waktu itu datang juga...
ketika harus berpamitan, baik secara online, sms, atau offline, tetep menimbulkan suasana yang mengharu biru.
sebelum pergi, aku bahkan sempet ketemu ama pak azis hoesein, an inspiration person for me. pas ketemuan, beliau memberi semangat untuk keep on working on the right path, belajar di negeri orang itu very challenging, bukan cuma masalah bahasa dan budaya, tapi juga gimana manage waktu, keluarga, uang, dll deh.

juga tiap sms dan imel yang mampir di inbox untuk say goodbye and take care... duh, bener2 bikin sesek dada... dari ortu, dari temen2 milis, temen eap, apalagi dari aida, yang bilang 'yah nen... ini kan pilihan kita, jadi kita ya kudu tegar dong', atau fika yang bilang 'i'm sure that you can get over the problems. may be i'll feel the same as what u feel right now'.

klimaksnya ya di bandara... sodaraku pada nelfon and say goodbye, see you again soon, etc. oia, yang nganterin cuma mufti, dhevi, dea, para asisten, juga endah dan nurul. fuih... ternyata mengucapkan selamat tinggal tuh ga gampang ya. butuh keteguhan hati :)
yah, mau gimana lagi... life goes on, and I'm sure that God will lead us the way.
toh in the next 2 months keluargaku juga bakal nyusul.

No comments: