Tuesday, July 24, 2007

nonton bioskop bareng sekeluarga

kapan ya terakhir kali aku nonton bareng di bioskop ama mufti? haduh, udah lupa saking lamanya... tapi yang jelas, setelah menikah aku dan mufti sama sekali ga pernah pergi ke bioskop. berbagai alasan yang terkesan dibuat2 seperti capek, males atau ga sempat selalu terlontar sebagai pembenaran untuk ga nonton film di bioskop.
apalagi setelah punya anak 2, daftar alasan itu menjadi bertambah panjang, seperti misalnya 'kasian ya kalo anak2 ditinggal di rumah...'

sekarang, setelah dhevi 5 tahun dan deana 3 tahun, rasanya alasan2 itu udah ga relevan lagi.
nonton bisa jadi alternatif untuk bersantai bareng keluarga.
akhirnya, aku dan mufti memutuskan untuk nonton bareng sekeluarga di bioskop. horrraaayyy... akhirnya nonton bioskop lagi... *duh senengnya*

pilih2 film adalah kegiatan selanjutnya.
yah, karena ga ada film anak2 yang bagus, akhirnya aku dan mufti memutuskan untuk menonton film Harry Potter and the Order of the Phoenix aja. yah, aku dan mufti tau sih kalo film ini bukan konsumsi anak2, tapi kan nontonnya rame2 (didampingi ortu), jadi ya ga apa2 deh.
sebelum nonton, aku udah kasih tau ke anak2 apa2 aja yang akan terjadi di gedung bioskop... mulai dari masalah antri tiket, nyari tempat duduk, gedung yang gelap, film yang seram, dll dst.
oh iya, kami memutuskan nonton di IMAX theatre, dengan keyakinan penuh film Harry Potter ini bakal penuh action dan bakal keren kalo nontonnya 3 dimensi, secara konon kabarnya IMAX pakai the largest screen in the world...

pas antri tiket, kami tanya juga ke petugasnya, 'anak2 boleh nonton Harry Potter ga?'. dan karena si penjaga bilang ga apa2, ya udah, kami lanjutkan rencana nontonnya.
abis beli tiket, kami duduk2 sebentar di lobi bioskop dan pas 30 menit sebelum film diputar, kami mulai antri untuk masuk ke gedung bioskop... yah, secara ga pake nomer tempat duduk, jadi siapa yang dateng duluan bisa dengan leluasa memilih tempat duduk yang diinginkan.
setelah bagi2 kacamata, kami memilih bangku yang agak2 di tengah, biar puas nontonnya...

dari awal sih, aku ama mufti udah siap sedia keluar dari gedung teater kalo tiba2 dhevi dan dea takut, nangis atau minta pulang. yah, namanya juga pengalaman pertama, kalo gagal ya udah... mau gimana lagi.
begitu film dimulai, haduuuh... aku udah ketar ketir aja.
karena adegan diawali dari datangnya 2 dementor yang bentuk wajahnya itu serem banget dalam gelapnya gedung teater. wah, untuk ukuran anak umur 3 tahun, harusnya dea berhak nangis tuh hehehe... untungnya mereka pada anteng2, menikmati film Harry Potter dengan hati riang gembira.
walaupun pakai kacamata 3D yang bikin semua object keliatan jelas dan dekat banget (dan tentu saja memberikan kesan seram yang bener2 menyeramkan), amazingly dhevi dan deana ga nangis tuh. sampai akhir film-pun, mereka tetap cerah ceria di dalam gedung teater.

hmmm, overall, bisa dibilang acara nonton di bioskop untuk pertama kalinya ini sukses berat.
ukuran suksesnya adalah filmnya bagus dan selama 140 menit itu anak2 ga rewel, padahal jelas2 filmnya serem untuk ukuran anak kecil :).
jadi besok2 bisa di-schedule lagi nih acara nonton bareng keluarga...

maru koala park


minggu 15 juli
daripada bengong dirumah, akhirnya aku dan mufti memutuskan untuk pergi jalan2 ke maru koala park.
perjalanan dari rumah memakan waktu 2 jam.
maru ada di grantville, kota kecil di selatan melbourne.
maru adalah private zoo dan koleksi binatangnya terbatas. tapi hampir semua binatang asli benua australia ada di sini, seperti burung emu, wombat, tasmanian devil, dingo (anjing asli oz), alpaca, kangguru, wallabi (sejenis kangguru tapi lebih kecil dan lebih anteng) dan tentu saja koala (lah wong namanya aja maru koala park).
koleksi binatang yang lain adalah berbagai macam burung seperti merak, beo, parkit dan kakaktua. juga ada keledai, kuda, bebek, domba, ayam dan seekor buaya.
dhevi dan dea, tentu saja senang bisa liat binatang2 itu dari dekat (walaupun di sekolah juga ada farm session, tapi kan ga ada kangguru dan koala). lebih excite lagi ketika ada acara memberi makan rumput2an ke kangguru. ternyata kangguru itu jinak dan gampang dipegangnya.
awalnya sih emang takut2, takut ditendang... secara kami pernah liat acara di tivi, ada seekor kangguru yang lagi marah dan jadi kalap nendang orang. tapi yang di maru ini jinak2... malah kami yang kewalahan ngasih makan. ketika seekor kangguru datang dan kami memberi rumput, maka teman2nya akan datang juga dan ikutan minta makan. walhasil, dalam sekejab kami sudah dikelilingi banyak kangguru yang meminta rumput.
kalau koala, duh... pada males2 itu binatang... tidur melulu (kata penjaganya sih, koala punya waktu tidur up to 20 hours everyday). kalo koala lagi bangun, maka pekerjaannya adalah... makan daun eucalyptus. kalo lagi makan, haduh, ga lepas2 deh itu ranting daun eucalyptusnya, kunyah terus ampe abis...
tapi ya karena tempatnya kecil, 2jam aja kami udah merasa cukup berada di maru koala park dan memutuskan untuk balik lagi ke melbourne. anak2 juga udah merasa puas bisa melihat dari dekat binatang2 khas australia dan bahkan memegang kangguru...

Sunday, July 08, 2007

hasil2 papers dan exam

setelah menjalani setahun jadi pelajar, pasti dong ada progress-nya.
kalo dulu di masa2 sekolah s1 di FH Univ Brawijaya, hasil ujian akhir tuh pasti ditempel di notice board kampus dan setiap orang bisa tau si A dapet berapa di mata kuliah apa, si B apaan, dst dst.
kalo sekarang, s2 di FH Univ of Melbourne, hasil ujian harus diliat sendiri di web kampus yang kalo liat-pun harus memasukkan user ID dan password. confidential banget deh. mungkin biar para student yang nilainya jelek ga malu diledek ama temen2nya seperti ketika jaman s1 dulu.

yah, nilai2ku sekarang sih biasa2 banget, jauh dari kesan excellent.
kadang aku bingung juga. di tiap paper atau exam yang dibalikin ke aku setelah dikoreksi dan dinilai ama dosen, pasti komentarnya:
* topiknya menarik
* risetnya udah cukup karena didukung sumber2 bacaan yang terbaru dan relevan
* overall, well done deh...
tapinya nih, nilainya kok ya cuman segitu2 aja ya. belon pernah icip2 nilai di rentang tertinggi!

hmm, kadang2 mikir, halah, mending ga ambil subject ini kalo tau dapet nilai jelek.
tapi si 'malaikat baik hati'ku selalu mengingatkan bahwa tujuan sekolah kan ga cuman untuk dapat nilai tinggi, tapi juga sebuah proses pembelajaran untuk jadi dewasa, yah kudu legowo kalo dapetnya cuman segitu, berarti emang kualitas papernya ga bagus2 banget menurut penilaian dosen.

justifikasi dari aku sendiri sebagai student yang merangkap casual driver, full time wife and never ending mother tanpa bantuan siapa2... ternyata, haduh, ga gampang memanage waktu dan menjadi student multitasking.

jadi, progressnya apa dong?
ya kalo menilainya dari angka2 di atas kertas, emang ga ada peningkatan dari nilai2 di s1, malah yang ada adalah penurunan. walau ga bisa juga disamakan, secara s1 kegiatannya cuman menghafal aja dan ketika sekarang s2 kudu meresearch, menganalisa dan menulis!

tapi kalo menilainya dari sisi yang lain, misalnya, 'keberhasilan'ku untuk survive selama menjalani masa2 sekolah di luar negri yang udaranya ga bersahabat (yang bikin aku bersin2 melulu dari spring 2006 kemarin, gara2 suhu udara yang naik turun ga jelas), yang harus hanya berbagi domestic duties ama suami (ga punya asisten bok...), yang harus kena chicken pox (duh, njijik-i tenan kok...), plus harus kehilangan seorang kakak, plus gaji sebagai PNS yang harus didiskon 50% (ini juga bikin sebel banget, secara ternyata ga semua temen2 BPS gajinya dipotong separo seperti aku)... masih bagus ga kena mental disorder.
yang jelas, walau progerss akademic-nya bisa dibilang zero, tapi progress untuk selalu jadi survivor akan selalu bertambah.

akhirnya ketika dapet nilai yang cuman 'segitu2 aja', tetep harus disyukuri...
alhamdullillah ga fail :).
semoga di 3 paper mendatang hasilnya lebih dari sekedar pass!

Saturday, July 07, 2007

berakhirnya sebuah masa

aku inget banget, ketika itu bulan maret 2004.
ketika aku merasa butuh pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah masuk angin yang seringkali menimpaku dan juga bersin2 yang ga kenal waktu.
kalo masuk angin, aku dengan senang hati melakukan kerokan untuk mengatasinya.
dan kalo bersin2nya udah bikin sakit kepala, yah, kepaksa juga minum obat bebas.

secara aku tau dan sadar kegiatan kerokan dan minum obat bebas itu ga baik untuk kesehatan di masa yang akan datang, maka aku mulai milih2 cara pengobatan alternatif yang menyenangkan...
setahun sebelumnya, di milis dunia-ibu lagi heboh pengobatan pakai aromaterapi. setahun berlalu dan topik ini masih tetep dibahas dengan berbagai pertanyaan, testimoni bahkan juga tawaran bisnisnya.

aku jadi mikir2, apa salahnya sih dicoba... siapa tau cocok.
lalu akhirnya aku pesan paket awal beraromaterapi, yang meliputi diffuser dan oil yang cocok buat menyembuhkan bersin2 dan meningkatkan daya tahan tubuh supaya ga gampang masuk angin.
amazingly, it works...! dalam jangka waktu 2 bulan pemakaian intensif, aku jadi jarang banget masuk angin atau bersin2/pilek/sakit kepala. wah... senengnya... :)

cerita selanjutnya, aku jadi tertarik ama peluang bisnis aromaterapi ini.
yah, emang dasarnya aku seneng mencoba2 segala macam kegiatan, kupikir2 apa salahnya mencoba kemampuanku mem-persuasif orang lain untuk ikut mencoba pakai aromaterapi dan memperoleh manfaatnya, baik manfaat kesehatan ataupun manfaat finansialnya.
bisnis aromaterapi sebenernya adalah bisnis jaringan, multi level marketing. sempet mikir2 juga sisi positif dan negatif-nya bisnis ini. dan setelah mempelajari sistemnya, mulai dari cara kerja produk dan cara memperoleh keuntungan, aku pikir2... yah, apa salahnya sih dicoba...

itungan modalnya juga ga begitu besar, dan hitung2an diatas kertas, itu modal bakal balik kalo aku berhasil menjual beberapa paket awal aromaterapi.
trus lagi, kegiatan bisnis ini relatif ga repot karena semua dilakukan dengan cara online. my upline made this possible.
jadi yah, aku jalanin gitu aja... semuanya mengalir...

kalau akhirnya aku dapet keuntungan materi dari bisnis ini, aduh, alhamdullillah banget deh. tapi yang jelas, keuntungan terbesar yang aku dapatkan dari bisnis ini adalah memperoleh teman2 baru (baik sesama pebisnis aromaterapi ataupun pelanggan setia) dan mempunyai semangat mempelajari hal2 baru (termasuk belajar berargument juga lho... apalagi kalo menghadapi calon pembeli yang ngeyel :)).

yang lebih asyik lagi dari bisnis ini adalah ketika aku udah punya jaringan teman2 dan pelanggan setia yang rutin pesan barang. dengan adanya mereka, aku ga perlu capek2 lagi ngomong atau nulis ampe berbuih2 untuk menjual sebuah barang. barang kejual, keuntungan dapet, hubungan pertemanan juga berjalan baik :)

karena udah merasa 'cukup', secara udah balik modal dan punya teman2 baru, aku mulai bekerja di balik layar aja... jadi cuman support teman2 yang berniat serius menjalani bisnis ini.
mereka bisa bertanya ke aku mulai dari masalah produk, masalah bisnis atau masalah strategi pemasaran yang bisa diterapkan untuk meluaskan jaringan. dan aku dengan senang hati akan menjawabnya.

aduh, emang dasar aku tuh gampang tertantang untuk melakukan pekerjaan baru, jadinya ketika bisnis udah bagus gitu, aku cenderung malah 'membiarkan' bisnis itu berjalan sendiri... toh para downline-ku juga pada pinter2 kok :)

setelah itu, aku memilih untuk menjalani hidup baru: jadi scholarship hunter!
jadinya aku konsentrasi penuh untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris, secara tes2 untuk dapet beasiswa selalu pakai bahasa inggris.
cukup lama juga proses untuk dapet beasiswa. setahun nyoba berbagai tes, beberapa kali gagal, sempet merasa capek dan merasa 'aduh, mungkin emang bukan garis tanganku kalee dapet beasiswa'. tapi, alhamdullillah, pada tes ke-sekian kalinya, akhirnya aku dapet juga beasiswa dari Australian Partnership Scholarship. wah, senengnya... kesampaian juga cita2ku untuk nerusin sekolah ke luar negeri!

bisa ditebak, kehidupan baru sebagai seorang pelajar, pasti sangat menyenangkan dan melelahkan pada saat yang bersamaan.
ritme hidup yang baru, kebiasaan2 lama yang harus ditinggalkan, juga yang agak menyiksa adalah... ga bisa online berlama2 dengan teman2 di dunia maya.
tapi yah, dijalanin aja deh...

selama aku sekolah, kegiatan bisnis aromaterapiku ga berhenti lho. thanks a lot to yang namanya teknologi... karena kapan aja dan dimana aja aku berada, bisnis ini tetap berjalan.
kalo ada pertanyaan2 dari calon pelanggan, aku tetep bisa jawab e-mail2 mereka, dan kalau udah deal mau beli atau mau jadi member, aku tinggal minta tolong ke salah satu downline-ku untuk mem-follow-up. aih, seneng deh ngejalanin bisnis ini...

tapi kesenangan ini ga berlangsung lama. bulan kemarin, bisnis aromaterapi ini dinyatakan tutup oleh kantor pusatnya. mungkin karena nilai penjualan di indonesia ga terlalu bagus atau entah kenapa... aku juga ga begitu ngerti apa yang terjadi.
yang jelas, ketika aku dapat e-mail notifikasi pemberhentian kegiatan bisnis aromaterapi, aku merasa ada sesuatu yang bakal hilang dari hidupku.
pekerjaan, profit, dan yang terpenting adalah kehilangan teman2 bisnis. yah, walaupun kami masih bisa berkirim kabar melalui e-mail, tapi intensitas-nya akan semakin berkurang dan mungkin aja obrolannya juga mungkin bakal jadi hambar. it was really a sad end.

tapi sudahlah... nothing last forever and I know that everything has an end.
I wish that this end is a beginning for other things...
*tetep semangat untuk mencari peluang2 bisnis yang lain di masa yang akan datang*