Wednesday, January 21, 2009

visit singapore

Perjalanan ini lebih sebagai compliment atas berbagai stress dan tumpukan pekerjaan selama 4 bulan terakhir. Ga stress banget sih, biasa aja, secara namanya kerjaan kan ada acara stress dan rileksnya ;). Sejak September 2008, aku ikut join di sebuah program persiapan perbaikan output dan outcome di kantor. Proyek prestisius instead of ambisius, gitu sih kalo kata big boss. Program ini, yang membuatku terpaksa bekerja di 2 tempat, gd. 6 lt. 7 dan gd. 3 lt.3, menuntut komitmen kuat untuk mewujudkan perubahan yang nyata dalam hal penyajian kualitas data. Bukan kerjaan yang bisa selesai dalam semalam, tapi kerjaan yang idealis dan harus dikerjakan dengan perencanaan yang matang.
Tapi yah, gitu deh kalo urusan kerjaan… stress dan senang datang silih berganti.

Nah, di penghujung tahun 2008, boss-ku di program ini memberiku kesempatan untuk melakukan perjalanan daerah. Bukan perjalanan yang membuat kening berkerut seperti kalo aku pergi ke daerah seperti biasa... tapi perjalanan yang penuh keriangan dan kebahagiaan.
Boss-ku memberiku perjalanan ke Provinsi Kepulauan Riau, tapi dengan bijaksananya, beliau bilang, ”langsung ke Batam aja, kalo kamu sempat kan bisa sekalian mampir ke Singapore”. Wah, baik banget ya ini boss, ngerti banget kalo aku butuh liburan.

Ditemani oleh seorang teman yang lain, akhirnya tanggal 14 Desember 2008 siang kami (aku dan temanku) berangkat ke Batam. Sesampainya di Batam, sempat jalan2 di Nagoya City Centre (yang ga lebih bagus daripada Asemka-Jakpus), trus nginap di Batam.
15 Desember 2008, pagi2 jam 630 kami sudah bersiap menuju Harbour Bay-Batam untuk catch the ferry to Singapore. Dapet ferry kedua jam 730, butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Harbour Front-Singapore. (Ada jeda waktu 1 jam antara Batam dan Singapore. Singapore duluan, jadi kalo di Singapore jam 9 pagi, maka di Batam baru jam 8 pagi). Sesampainya di Singapore, kami harus ngantri di Custom yang menyebalkan, karena antrian yang panjang untuk All Passport dan membuat kami ngantri hampir selama 50 menit.

Usai urusan dengan Custom, mulai-lah kami jalan2 di sekitar Harbour Front, tanya2 jadwal, arah, tempat merlion dll di information centre. Akhirnya kami memutuskan untuk naik MRT aja dengan tujuan ke Orchard Road. Naik MRT jam 10 pagi masih sepi banget, padahal hari Senin.
Jalan2 di sepanjang Orchard Road, trus ke information centre lagi untuk nanyain dimana resto makanan halal. Jalan lagi ke Lucky Plaza, lunch dulu. Sesudah itu masih jalan sebentar di Orchard Road, catch another MRT ke Merlion Park (stasiunnya Raffles Park deh kalo ga salah). Agak jauh juga ya jalan dari stasiun MRT itu ke Merlion Park. Menuju Merlion Statue-nya kudu lewat terowongan yang ada di Fullerton Hotel.
Alkirnya, kesampaian juga niatku untuk liat itu patung singa laut yang jadi maskotnya Singapore. Seperti biasa, komentar standar adalah, 'aih, cuman gini aja kok...' hehehe...
Emang biasa banget kok, patung semen biasa dipahat sehingga berbentuk singa laut plus ditambah efek air muncrat dari mulutnya. Nothing makes me so impressed.

Seusai foto2 dan duduk2 sebentar di Merlion Statue itu, kami memutuskan untuk tidak pergi ke Esplanade, keliatan kok dari Merlion Statue.

Usai melihat maskotnya Singapore itu, kami memutuskan untuk jalan2 ke Little India dan ke Mustafa Centre (anaknya temanku nitip minta beli jam tangan, dan referensi yang kami dapat, Mustafa Centre adalah tempat murah meriah yang tepat untuk beli jam tangan).

Masih terang sih ketika kami keluar dari Mustafa Centre, sekitar jam 1830, tapi karena kami ga berniat bermalam di Singapore, akhirnya kami memutuskan untuk segera balik ke Harbour Front. Sembari nunggu ferry balik ke Batam, toh kami masih juga bisa window shopping di sekitar Harbour Front.
Finally, jam 20 WIB, kami kembali menjejakkan kaki di Harbour Bay-Batam. Thanks God for this wonderful journey.
Lumayanlah, udah survei ke Singapore buat rencana jalan2 bareng keluarga lain waktu ;).
Overall sih, Singapore is good, but Melbourne is still the best so far…

Back to Batam, dinner dulu, trus balik ke Hotel.
Oia, sempat juga makan di Sup Ikan Yong Kee, yang konon kabarnya itu sup ikan paling enak di Batam, tapi ternyata oh ternyata… ga masuk deh ama seleraku… aroma amis-nya ikan kakap masih tercium. Walau udah dilumurin bumbu kecap plus irisan cabe, masih aja ga bisa menutupi aroma amis itu. Yah, mungkin karena aku baru makan sekali, jadi belum tau ‘enak’nya dimana. Aku yakin, bagi para pecinta kuliner sup ikan, pasti itu masakan berasa enak banget.

Selasa paginya, jam 8 udah stand by buat ngantor. Ketemu ama kepala kantornya, mengkonsultasikan progress pekerjaan di Batam, hambatan2nya, sekaligus solusi yang bisa disarankan.
Usai konsultasi, sempat mampir lagi ke Nagoya, trus lanjut ke airport.
Hmm, what a nice journey nih kalo perjalanan dinas-nya seperti ini, instead of ngasih penyuluhan hukum hehehe...